Rabu, 13 Januari 2016

STUDI KASUS PERKEMBANGAN PENDUDUK

ndonesia merupakan salah satu negara dengan kekayaan dan keragaman alam serta budaya yang luar biasa. Tingkat pertumbuhan penduduk di Indonesia termasuk tinggi, yakni sekitar 1,98% per tahun. Indonesia merupakan negara dengan nomor urut keempat dalam besarnya jumlah penduduk setelah China, India, dan Amerika Serikat. Menurut data statistik dari BPS, jumlah penduduk Indonesia saat ini adalah 225 juta jiwa, dengan angka pertumbuhan bayi sebesar 1,49 % per tahun. Angka pertumbuhan ini relatif lebih kecil dibandingkan dengan angka pertumbuhan bayi pada tahun 1970, yaitu sebesar 2,34%. Dengan jumlah penduduk sebesar 225 juta jiwa, maka pertambahan penduduk setiap tahunnya adalah 3,5 juta jiwa. Jumlah itu sama dengan jumlah seluruh penduduk di Singapura. Lonjakan penduduk yang sangat tinggi atau baby booming di Indonesia akan berdampak sangat luas, termasuk juga dampak bagi ekologi atau lingkungan hidup. Hal itu dapat mengganggu keseimbangan, bahkan merusak ekosistem yang ada. Dengan laju pertumbuhan penduduk Indonesia sebesar 1,98% per tahun, penduduk Indonesia pada 45 – 50 tahun mendatang diperkirakan akan berlipat ganda yakni menjadi 480 juta jiwa. Pertumbuhan penduduk yang meningkat drastis, tentunya menyisakan penduduk miskin. Penduduk miskin mempunyai keterbatasan mengakses kebutuhan dasar yang tentunya berpengaruh pada tubuh yang lemah dan kesehatan secara keseluruhan, sehingga mereka tidak dapat mencari nafkah dengan baik, tentunya hal ini membawa konsekuensi pada kemiskinan yang lebih dalam dan panjang dari generasi ke generasi, biasa disebut lingkaran setan kemiskinan, atau kemiskinan struktural.
Sensus Penduduk Tahun 2010 pada tanggal 01 Mei 2010 dan berakhir pada hari Senin mencapai 238 Juta jiwa. Berdasarkan prediksi yang dikeluarkan BPS tersebut memberi kesimpulan bahwa jumlah penduduk Indonesia mengalami peningkatan yang sangat signifikan dari tahun 2009 yang hanya mencapai 203 juta jiwa, dari jumlah tersebut yang diprediksi masih akan mengalami peningkatan lagi menghantarkan Indonesia menempati negara terpadat penduduk ke-4 dunia setelah Cina, India dan Amerika Serikat. Ledakan penduduk di Indonesia yang terjadi dewasa ini diakibatkan menurunnya intensitas pelaksanaan Program Keluarga Berencana (KB) di era otonomi daerah belakangan ini.
Hal tersebut bisa dilihat dari rendahnya tingkat kinerja aparatur program KB dan kurangnya dukungan anggaran, yang berdampak pada menurunnya tingkat pencapaian peserta KB baru dan peserta KB aktif selama 3 tahun terakhir dengan angka kelahiran yang tak terkendali.
Ledakan penduduk yang terjadi mempengaruhi semua aspek kehidupan bangsa jika tidak diimbangi dengan pemerataan pembangunan dan dibarengi dengan pembangunan kualitas manusia seutuhnya. Perlu perhatikan dan tindakan konkret dari berbagai pihak baik pemerintah maupun element masyarakat, dampak yang timbul akibat ledakan penduduk.
  • Meningkatnya Pengangguran dan Kemiskinan
  • Meningkatnya jumlah penduduk mendorong terjadinya ketidak seimbangan jumla tenaga kerja dengan lapangan pekerjaan dan mengakibatkan tingginya tingkat pengangguran dan meningkatknya angka kemiskinan, sehingga sulit memenuhi kebutuhan pokok seperti sandang, pangan dan papan dan untunk menanggulanginya, Pemerintah harus meningkatkan lapangan pekerjaan yang bisa mengimbangi/menyerap tenaga kerja yang ada, meningkatkan kualitas pendidikan sehingga bisa mencetak tenaga kerja/lulusan serta menyediakan modal bagi Usaha Kecil dan Menangah (UKM).
  • Meningkatnya Kriminalitas Maka untuk menanggulanginya, pemerintah perlu mempercepat pemerataan pembangunan di semua daerah guna meningkatkan kemakmuran dan pengentasan kemiskinan serta memperjelas sanksi-sanksi atau hukum yang mengatur pelanggaran terhadap norma yang berlaku.
  • Ledakan penduduk mengakibatkan banyak masyarakat sulit untuk mencapai kemakmuran dan hidup dibawah garis kemiskinan. Untuk mempertahankan hidup, sebagian dari mereka tak jarang melakukan tindakan kriminalitas. Pencurian, perampokan dan prostitusi, pesatnya pertumbuhan penduduk pula mendorong masyarakat saling berlomba dan bersaing meraih suatu prestasi, ada kalannya persaingan tersebut berlangsung secara berlebihan sehingga mengesampingkan norma-norma yang berlaku akibatnya banyak terjadi kriminalitas di masyarakat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar