Minggu, 11 Oktober 2015

Contoh Kasus dan Solusi tentang Penduduk, Masyarakat dan Budaya

MUNGKID, KABARMAGELANG.com 
 
Humas dan Protokol Kabupaten Magelang selenggarakan Rakor Bakohumas ke 4 tingkat Kecamatan se Kabupaten di Paradise Bali Kecamatan Mugkid Magelang baru-baru ini. Dalam rakor tersebut diharapkan para calon Humas SKPD dapat memberikan informasi kepada masyarakat baik di tingkat Kecamatan,  Desa, bahkan sampai informasi tentang kegiatan Bupati.
Kabag Humas dan Protokol Kabupaten Magelang, Edi Wasono menyampaikan, bahwa para calon Humas SKPD diharapkan dapat memberikan informasi dan permasalahan yang ada di Tingkat Kecamatan. Baik yang ada di desa sendiri maupun informasi kegiatan Bupati. “Di setiap Kecamatan akan ada kaderisasi tentang kehumasan, “jelasnyaa
“Dalam hal menunjuk di perwakilan SKPD maupun Kecamatan sebagai Humas tidak asal tunjuk dan jangan orang yang sudah tua, yang komunikasinya sulit. Diharapkan yang tahu tentang AT, tujuannya agar komunikasi lancar dan cepat, “terang Edi"
 
Edi menambahkan,  keberadaan humas nantinya harus mampu mendorong partisipasi publik dalam menyampaikan masukan bagi institusi yang dinaunginya. “Sering berdiskusi untuk mencari solusi setiap permasalahan dan mampu bekerjasama dengan berbagai pihak guna meningkatkan kapasitas SDM, “tutrnya.
            “Kelembagaan humas harus bisa menjamin terwujudnya pelayanan informasi yang cepat, tepat dan akuntabel, “tegas Edi.
Sementara Ketua Permadani Kabupaten Magelang  H. Wiyoto memaparkan,  bahwa Sungguh fenomena yang sangat ironis sekali , di sebuah Negara yang terkenal akan kekayaan Budaya yang sangat menarik dan eksotis  ini harus menerima kenyataan buruk.
“Kekayaan Budaya yang seharusnya menjadi simbol identitas kebanggan  bangsa,  bukannya dijaga dan dilestarikan melainkan malah semakin dilupakan bahkan ditinggakan, “ungkapnya.
“Kebanyakan dari masyarakat atau mungkin kita sendiri mulai kurang menghargai budaya yang notabene nya adalah kebudayaan milik kita sendiri, “kata Wiyoto.
 Wiyoto juga mencontohkan,   saat  ini banyak sekali di temui anak-anak, remaja dan tidak sedikit juga orang tua yang tidak lagi menggunakan bahasa jawa dalam kegiatan interaksi nya sehari-hari. 
“Lebih memprihatinkan lagi para orang tua saat ini lebih suka mengajarkan Bahasa Indonesia kepada anak-anaknya daripada Bahasa jawa (kromo alus, kromo inggil dll), “keluhnya
“Bisa-bisa bahasa jawa ini tidak digunakan lagi, gara-gara kita yang malu berinteraksi sosial dengan bahasa lokal ini karena dikira kita kuper alias katrok, “tambah Wiyoto.
 Kita harus bangga dengan budaya yang kita miliki saat ini. Tidak sedikit orang barat yang mengagumi Budaya kita. “Kenapa kita malah  banyak yang  meninggalkan budaya kita sendiri  dan mengikuti budaya barat, “tandasnya.

Solusi :

Bahasa daerah adalah salah satu warisan yang sangat berharga dari kebudayaan indonesia dan harus dilestarikan, Dalam hal ini orang tua dan sekolah sangat berperan penting untuk mengenalkan Bahasa Jawa atau bahasa daerah lainnya pada anak - anak, bisa dengan cara menggunakan bahasa daerah dalam percakapan sehari - hari dirumah, dan mengadakan pelajaran muatan lokal. tidak hanya anak - anak, remaja sekarang pun banyak yang merasa malu jika menggunakan bahasa daerah. seharusnya mereka tidak mengacuhkan bahasa daerah. Ini pun termasuk contoh dari salah satu masuknya budaya luar k indonesia, dimana anak remaja sekarang lebih senang meniru gaya - gaya khas barat, berbicara dengan mencampur - campurkan bahasa indonesia dengan bahasa inggris. banyak juga remaja yang menganggap jika tidak bisa berbahasa inggris dianggap sebagai orang yang norak. memang bahasa inggris adalah bahasa universal, tetapi kita juga tidak boleh melupakan bahasa daerah sendiri, untuk para remaja sangatlah disarankan untuk mengadakan acara seperti pentas seni dan pekan bahasa secara berkala.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar